Ketika Urusan Diserahkan Bukan Kepada Ahlinya

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Ketika Urusan Diserahkan Bukan Kepada Ahlinya

Era Jateng
Selasa, 29 Oktober 2019
  Ketika Urusan Diserahkan Bukan Kepada Ahlinya

Kabinet Indonesia Maju telah ditetapkan . Banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan. Apalagi di tengah kondisi negeri yang tengah dilanda beragam permasalahan.

Mulai dari ketahanan pangan, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga korupsi yang tak kunjung henti. Semuanya mengintai negeri yang sebenarnya gemah Ripah loh jinawi ini.

Penunjukan kabinet Indonesia Maju selayaknya menyematkan harapan besar bagi tuntasnya masalah bangsa. Namun ternyata komposisi kali ini tak semuanya diserahkan pada para profesional di bidangnya. Dikutip dari detik.com , komposisi menteri kabinet Indonesia Maju terdiri dari 53 persen kalangan profesional dan 47 persen perwakilan parpol pendukung.

Bahkan, terdapat pemberian tugas menteri yang tidak linier dengan bidangnya. Seperti menteri Agama yang berlatar militer dan menteri Pendidikan yang justeru bukan dari kalangan intelektual.  Padahal keduanya memiliki signifikansi yang tinggi bagi kemajuan bangsa ini.

Kondisi tersebut mengingatkan kita pada sebuah hadits yang artinya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (Bukhari – 6015)

Hadits di atas dengan jelas merupakan peringatan dari Sang Pencipta untuk menyerahkan amanah kepada ahlinya.

Sudah saatnya pemerintah menyadari betapa pentingnya amanah kekuasaan yang sedang dijalankan saat ini. Taat terhadap syariah adalah perwujudan nyata dari konsistensi terhadap amanah. Wallahu alam bishshowab.

Pengirim
Ummu Azka
Tinggal di Serang Banten
Seorang Pendidik dan Anggota Revowriter
umum.azka@gmail.com