BEM-SI Kritisi Sikap Pemerintah Terkait Kebakaran Hutan Riau

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

BEM-SI Kritisi Sikap Pemerintah Terkait Kebakaran Hutan Riau

Era Jateng
Rabu, 18 September 2019
BEM-SI Kritisi Sikap Pemerintah Terkait Kebakaran Hutan Riau

ERAJATENG.COM ■ Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mengadakan demonstrasi di depan Gedung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berdasar pantauan Kiblat, sekitar seratus mahasiswa yang tergabung dari beberapa Kampus di Jabodetabek menyuarakan penolakan terhadap pembakaran Hutan di Riau dan sekitarnya.

“Hutan di Riau dibakar atau terbakar kawan-kawan, itu dibakar, karena korporasi di belakangnya ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya,” ujar Abdul Basit, salah satu orator aksi, kepada para mahasiswa, Selasa (17/09/2019).

Basit menyuarakan bahwa banyak isu sengaja dibuat saat ini seperti polemik Revisi Undang-undang KPK untuk mengalihkan perhatian publik.

“Banyak isu menutupi kebakaran hutan, teman-teman kita tidak bisa sekolah, kuliah, karena asap tebal yang mengganggu mereka,” ujarnya.

Banyak aktivitas terhenti di Riau sebagai wilayah terdampak asap kebakaran hutan, salah satunya adalah pendidikan. Padahal pendidikan adalah salah satu hak yang harus diterima oleh masyarakat.

“Pendidikan adalah kewajiban yang harus didapatkan setiap individu,” ujarnya.

Peserta aksi menuntut untuk bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Jika yang bersangkutan tidak mau menemui mahasiswa, maka peserta aksi mengancam akan menduduki depan Gedung Kementrian hingga esok hari.

Selain mengancam akan menginap, mahasiswa juga menyebut Menteri LHK seolah mencari muka di depan presiden, dan berharap menjabat di pemerintahan periode kedua ini. Menurut mahasiswa, seorang menteri tidak tepat berlaku seperti itu, terlebih ada hak-hak masyarakat yang terenggut.

BACA JUGA  Di Medan Perang, Lembaga Kemanusiaan Tak Bisa Dituding Membantu Teroris
“Menteri sedang mencari sensasi, muka di depan presiden. Dia ingin menjabat kembali di periode selanjutnya, padahal ada hak-hak rakyat yang terenggut,” tutupnya.

Aksi Mahasiswa digelar di depan Gedung Kementrian LHK sejak pukul 13.00 WIB. Dalam aksi itu, beberapa mahasiswa melakukan orasi, sembari peserta aksi membawa spanduk putih bertuliskan “#Hutan Dibakar, Bukan Terbakar,” kemudian ada juga “#G17S Karhutla, Gerakan 17 September Berkabut”.

Aliansi BEM-SI yang hadir sendiri berasal dari kampus STEI SEBI, STEI Tazkia, IPB, STIDDI Al Hikmah, UPN, YARSI, PNJ, dan UNJ. (Kiblat)