Bupati Karangasem: Petugas Damkar Harus Mampu Melindungi Hasil Pembangunan

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Bupati Karangasem: Petugas Damkar Harus Mampu Melindungi Hasil Pembangunan

Era Jateng
Senin, 18 Maret 2019

PERAMALNEWS ■ "Pantang Pulang Sebelum Api Padam Walaupun Nyawa Taruhannya " adalah semboyan penyemangat yang dimiliki Institusi Damkar. Pemerintah Kabupaten Karangasem peringati Hari Jadi yang Ke- 100 Pemadam Kebakaran (DAMKAR) yang di pimpin langsung Bupati Karangasem sebagai Inspektur Upacara  bertempat di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (18/3/2019).

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku Inspektur Upacara mengatakan Peringatan Hari Ulang Tahun sebagaimana yang kita lakukan hari ini, tentu tidak hanya dijadikan forum untuk mengenang masa lalu.

Peringatan HUT Pemadam Kebakaran Ke-100, Bupati menyebutkan petugas Pemadam Kebakaran, bukan hanya penjaga kota yang bertindak pasif, tetapi lebih dari itu, berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan, dan memberikan perlindungan masyarakat, dengan tujuan akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda nasional bangsa Indonesia.

"Tugas Pemadam Kebakaran adalah melakukan pencegahan, pengendalian, penyelamatan, dan penanganan bahan berbahaya beracun kebakaran," ucap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem I Nyoman Sutirtayasa dalam wawancara usai apel mengatakan, sesuai RISPK (Rencana Indum Sistim Proteksi Kebakaran) disebutkan, Karangasem ke depan mengarah pada pembentukan 5 wilayah manajemen kebakaran, 5 sektor dan 16 Pos pemadam kebakaran. Namun saat ini baru terpenuhi 3 Pos dari 16 Pos yang masuk dalam RISPK tersebut.

Sebelumnya, selain Pos di Karangasem yang termasuk ke dalam wilayah manajemen Karangasem - Bebandem dengan jumlah personil yang dimiliki 21orang, penambahan pos pada tahun 2018 pun telah dilakukan menyusul beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi khususnya di wilayah Karangasem bagian barat dan utara.

Hal ini disebabkan petugas seringkali mengalami keterlambatan karena akses dari pos utama menuju wilayah tersebut diperlukan waktu berjam-jam untuk tiba di lokasi ditambah lagi akses jalan yang berliku-liku sehingga pelayanan menjadi kurang maksimal.

Penambahan dua pos diantaranya, untuk pelayanan wilayah Karangasem bagian barat, seperti Selat Rendang dan Sidemen pos pemadam kebakaran dibuat di sebelah kantor camat Selat, yang dilengkapi dengan satu unit truk pemadam beserta 12 orang petugas disiagakan 24 jam dalam 3 shift.

Sedangkan untuk di wilayah Karangasem bagian utara seperti diwilayah Kecamatan Abang dan Kubu, pos pemadam kebakaran berada di rumah dinas Camat Abang Lapangan Gajah Wea. Dipos jaga Abang, ada 18 petugas yang disiagakan selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift beserta satu unit mobil pemadam jepang dan satu unit mobil tangki.

■ Jumonty