Modus Buka Loker Via Facebook, Kenyataannya Dijadikan PSK

Era Jateng
Jumat, 13 Maret 2020, 08:58 WIB Last Updated 2020-03-13T01:58:53Z

ERA JATENG ■ Muncikari prostitusi online, IS alias NF menggunakan modus membuka lowongan bekerja di toko untuk mengajak orang masuk menjadi pekerjanya. Bahkan ia mengancam akan membunuh jika ada yang melarikan diri.

Is alias NF (25) warga Panggang, Gunungkidul mengatakan ia pura-pura membuka lowongan kerja di facebook. Lowongan pekerja yang ia tuliskan menjadi pemandu lagu di tempat karaoke dan karyawan toko kerudung. Tersangka menjanjikan gaji sebesar Rp 1,5 juta perbulan.

Triknya ternyata membuahkan hasil karena ada 7 wanita yang kemudian tertarik.

“Semua berasal dari luar DIY seperti Lampung, Wonosobo, Madiun dan Banyumas. Setelah datang ke Yogya, mereka ditampung di sebuah hotel, lokasi penggerebekan,” ungkap Kapolsek, Kamis (12/3/2020).

Kenyataannya, mereka dipekerjakan tidak sesuai janji, namun diminta melayani nafsu bejat para pria hidung belang. Mereka dijanjikan gaji Rp 6 juta perbulan oleh IS jika mau menjadi PSK.

Dari 7 remaja putri itu, 4 orang kemudian dipekerjakan sebagai pelayan seks. Sedang 3 lainnya menjadi admin.

Selama bekerja, ungkap Kapolsek, mereka belum diberi gaji, sehingga tidak punya pilihan, selain tinggal di hotel itu karena untuk pulang kampung halaman tidak punya cukup uang.

“Selain itu, tersangka juga mengancam para pekerjanya jika lari dari hotel,” urai Kompol Sudarno.

Dalam sehari, para PSK bisa melayani 2 hingga 3 pria hidung belang. Salah satu yang mendapatkan ancaman adalah TR, yang dijadikan sebagai admin oleh tersangka IS.

TR diancam akan dicari kemudian dibunuh jika lari dari hotel. Bahkan TR juga diminta membayar denda Rp 1 miliar jika berani meninggalkan hotel.

Oleh tersangka, TR ditugaskan melayani chat sekaligus mencari pelanggan. “Saya baru bekerja selama 11 hari, awalnya dijanjikan sebagai admin sebuah toko kerudung dengan gaji Rp 1,5 juta perbulan,” jelas TR di Mapolsek Sleman.

Sedangkan tersangka mengaku, para wanita yang ia pekerjakan, di tempat lain juga sudah berprofesi sebagai PSK. Ia sengaja menggunakan aplikasi MiChat karena menurutnya, paling mudah mencari pelanggan.

Untuk menawarkan PSK ke pria hidung belang, tersangka memasang profil para pekerjanya. Kasus itu terungkap berkat laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penggerebekan di hotel tempat mereka diinapkan.

Selain IS, 7 pekerja dan 1 pria hidung belang, petugas berhasil menyita barang bukti antara lain alat kontrasepsi dan sejumlah uang tunai saat penggerebekan, Jumat (6/3/2020) lalu. (KR)

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru