Iklan

Loading...

Nenek 90 Tahun Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Begini Kondisinya Sekarang

Era Jateng
Rabu, 13 November 2019, 00:37 WIB Last Updated 2019-11-12T17:37:03Z
  Nenek 90 Tahun Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Begini Kondisinya Sekarang

ERAJATENG.COM ■ Tergerak dengan kondisi Nenek Sapiah (90) yang hidup sebatang kara dan tinggal di bekas kandang ayam, jajaran Koramil 0227/Cipocok Jaya membangunkannya tempat tinggal layak huni.

Hal tersebut disampaikan Komandan Rayon Militer (Danramil) 0227/Cipocok Jaya, Kapten Caj (K) Ana Dahliana, dalam rilis tertulisnya di Serang, Banten, Selasa (12/11/2019)

Diungkapkan Danramil, di usianya yang hampir seabad membuat Sapiah tak sanggup lagi mengurus diri sendiri. Bahkan untuk buang air besar dan air kecil, dilakukannya di atas tempat tidur.

“Saat masih muda, untuk memenuhi kebutuhannya sang nenek kerap memijat orang yang membutuhkan tenaganya,” ungkap Ana.

“Kini untuk kegiatan sehari-hari seperti makan dan minum, Sapiah hanya bisa mengandalkan kebaikan salah satu tetangganya yang bernama Rohayah (52),” imbuhnya.

Selain memberikan makan dan minum, Rohayah bahkan sering membantu nenek Sapiah untuk membersihkan tubuh sang nenek dari kotorannya.

“Meski kondisi ekonomi Rohayah tidak jauh lebih baik dari Sapiah, karena suaminya hanya berprofesi sebagai tukang ojek, Rohayah mengaku melakukan hal tersebut atas dasar rasa kemanusiaan dan ikhlas tanpa berharap lebih dari Sapiah,” tutur Ana.

Lebih lanjut, tambah Ana yang membuat lebih sedih lagi bahwa selama bertahun-tahun, Sapiah tinggal di dalam ruangan berukuran 1,5 x 1,5 meter bekas kandang ayam.

“Bangunan kamarnya hanya terbuat dari triplek tipis yang ditutupi spanduk bekas, alasnya hanya tanah dan atapnya pun hanya dari seng yang sudah bolong serta selalu bocor saat hujan,” terangnya.

Mendengar adanya informasi dan keluhan dari warga, Kapten Caj (K) Ana Dahliana, selaku Danramil menjelaskan pihaknya menggandeng dan mengajak toko material untuk bergotong royong membantu Nenek Sapiah.

“Kami berusaha dengan segala daya upaya dan usaha untuk mendapatkan bahan bangunan tersebut. Anggap saja kita membantu orangtua kita sendiri. Biar yang maha kuasa yang membalas,” kata Ana.

“Kita bangun ala kadarnya saja, setidaknya lebih layak dari sebelumnya. Luasnya kita tambah jadi 2,5 meter kali 1,75 meter karena lahannya terbatas,” tandasnya.

Sementara itu, adanya kabar mengenai keberadaan warga Kota Serang yang hidup memprihatinkan, Wali Kota Serang Syafrudin dengan ditemani istri yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang, mengunjungi tempat tinggal Nenek Sapiah yang berada di lingkungan Cidadap Pasir, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Serang itu, untuk melihat langsung kondisi Sapiah yang ramai diperbincangkan oleh warga sekitarnya.

“Saya berharap kepada RT, RW, lurah dan Camat untuk peduli terhadap nenek Sapiah. Kemudian saya perintahkan Dinas Sosial Kota Serang untuk membantu Nenek Sapiah baik untuk makan dan untuk kehidupan sehari-harinya,” jelas Syafrudin.

“Alhamdulillah, sekarang sudah dibangun tempat tinggal yang tadinya tidak layak menjadi layak oleh pihak Koramil, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Danramil yang sudah peduli terhadap warga binaannya,” pungkasnya. (Dispenad)


Komentar

Tampilkan

Terkini