Kimia Farma Klarifikasi Soal Pungli Yang Dituduhkan ke Satgas Citarum Harum

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Kimia Farma Klarifikasi Soal Pungli Yang Dituduhkan ke Satgas Citarum Harum

Era Jateng
Selasa, 15 Oktober 2019
 Kimia Farma Klarifikasi Soal Pungli Yang Dituduhkan ke Satgas Citarum Harum

ERAJATENG.COM ■ Pabrik Kimia Farma yang bergerak dibidang industri farmasi, diduga menyebarkan berita hoax tentang pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum sub 12-22, Senin (14/10/2019).

Hal ini menuai emosi dari pihak satgas sub 12-22, karena dirinya (Serka Apri Agung) yang menjadi korban, bahkan viral di Kemenko Kemaritiman dan Kodam III/Slw dengan isu meminta sejumlah uang bulanan ke pabrik.

"Saya korban disini, bahkan bukan pribadi saja, institusi kami dari satgas sektor 22 citarum harum pun ikut tercemar, soalnya isu ini sudah sampai ke kemenko kemaritiman," ujar Apri.

Kedatangan saya kemaren minggu (13/10/2019), jelas Apri, karena ditugaskan oleh Komandan saya (Kol. Asep Rahman Taufik) untuk memastikan atas aduan Ketua RW.02 (Koko) diduga Kimia Farma membuang limbah ke sungai.

"Bukannya meminta uang, buka sampai akarnya siapa yang membuat isu Hoax itu dan bersihkan nama saya, serta institusi," geram Apri kepada koordinator satpam Kimia Farma, dihadapan hadirin di ruang ASMAN UK3L, Senin (14/10/2019).

Serka Agung Cahya Purnama, S.E. (Bamin Satgas Sektor 22) mewakili Dansektor 22 (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) meminpin anggota satgas sektor 22, menghampiri Pabrik Kimia Farma, selain sidak menyoalkan limbah yang mengalir di Anak Sungai Babakan Ciamis yang bermuara di Sungai Cikapundung juga mengkonfirmasi tentang klarifikasi viralnya pungli tersebut.

"Saya menyayangkan atas isu ini sampai viral, seharusnya pihak Kimia Farma menyelesaikan secara pripadi untuk membuktikan kebenarannya, jangan sampai main lapor saja ke atas, apalagi ini sudah nyampe di Kodam III/Slw dan Kemenko Kemaritiman," tegas Agung.

"Atas kejadian ini, pihak Kimia Farma harus bertanggung-jawab, karena pihak kami tidak melakukan tuduhan itu," imbuh Agung.

Dikatakan, Dra. Lilis Dachlyati (Asman UK3l Kimia Farma) ketika menerima kunjungan satgas dan pasukannya. Masalah pungutan liar bulanan yang isunya oleh Serka Apri Agung, pihak Kimia farma mengelak dan tidak merasa memberikan sesuatupun.

"Saya tidak tahu menahu tentang adanya pungli ini," katanya, seraya menyebutkan bahwa dirinya terbilang baru ada diposisi jabatannya.

"Selama saya menjabat disini belum pernah terjadi adanya pungli dari satgas," katanya.

Di sela argumen kedua institusi tersebut pihak Kimia Farma, menghadirkan Melki (koordinator satpam Kimia Farma) yang telah menshare laporan ke saudaranya sebagai laporan, karena saudaranya pejabat di Kodam III/Slw.

Atas aduan adanya Pungli dari satgas ke Kimia Farma, dia mengaku khilap dan salah atas insiden ini.

"Saya mendapat laporan dari Bu Lilis, bahwa ada satgas yang minta uang, akhirnya saya melapor ke kakak saya yang di Kodam, via WatsApp, yang disertakan foto Satgasnya, dan saya pun menyesal atas semua ini," ucap Melky (Mey)

Kejadian ini merupakan pembelajaran bagi Kimia Farma, diakhir pertemuan kimia farma membuat surat pernyataan dengan maksud bahwa terjadinya pungli itu adalah tidak pernah terjadi dan dinyatakan HOAX.

Dalam pernyataan dan konfirmasi satgas sektor 22 citarum harum itu, juga di hadiri oleh anggota satgas sektor 22, Bhabinkamtibmas Cicendo (Bripka Muh. Ali),  Bhabinsa Cicendo, Lurah Babakan Ciamis (Doni Hansyah), DLHK dan beberapa wartawan Tim 8 pokja Citarum Harum. (zho)