Polda Jateng Mulai Perbaiki 44 Rumah Akibat Ledakan Gudang Handak Di Mako Satbrimob Srondol

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Polda Jateng Mulai Perbaiki 44 Rumah Akibat Ledakan Gudang Handak Di Mako Satbrimob Srondol

Era Jateng
Senin, 16 September 2019
Polda Jateng Mulai Perbaiki 44 Rumah Akibat Ledakan Gudang Handak Di Mako Satbrimob Srondol

ERAJATENG.COM ■ Kepolisian Daerah Jawa Tengah mulai memperbaiki rumah yang terdampak akibat ledakan gudang penyimpanan bahan dan bom militer temuan dari masyarakat. Perbaikan ini langsung diawasi oleh Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Jawa Kombes Pol Ir. Mohammad Zari, Minggu (15/9).

Kerugian akibat ledakan gudang penyimpanan bahan peledak dan bom militer temuan masyarakat di Mako Satbrimob Srondol, Semarang akan menjadi tanggung jawab Polda Jateng.

Polda Jateng sudah melakukan pendataan ke rumah warga sekitar yang mengalami kerusakan pasca-insiden ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak dan bom militer di Mako Satbrimob Srondol, Semarang.

“Pendataan sudah dilakukan, tidak ada satupun warga yang terluka. Tercatat ada sebanyak 44 rumah yang mengalami kerusakan,” kata Kapolda Jateng Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.di Mako Satbrimob Semarang

Polda Jateng juga berjanji akan menanggung biaya perbaikan rumah yang sudah mulai dilakukan secepatnya.

“Sekarang sudah mulai dikerjakan perbaikan rumah warga sekitar. Kepolisian tadi juga sudah ada yang ikut sebagian meninjau ke rumah warga. Akan kami upayakan secepatnya selesai,” jelas Mantan Gubernur Akpol tersebut

Sebelumnya ledakan terjadi pukul 07.00 WIB di Mako Satbrimob Srondol Polda Jateng yang membuat panik warga sekitar.

Dalam kegiatan ini, ada satu anggota polisi AKBP Syaiful Anwar yang mengalami luka ringan di tangan dan kepala namun langsung dilarikan ke RS Banyumanik. Saat ini AKBP Syaiful Anwar saat ini sudah kembali bertugas di Mako Satbrimob, Srondol Semarang.

Pacsa meledak Gudang amunisi mortir perang dunia ke ll dan barang bukti bahan peledak (handak), Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melakukan evaluasi penempatan penyimpanan bahan-bahan peledak yang aman dan jauh dari lokasi pemukiman warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. menjelaskan bahwa ledekan di Gudang amunisi mako Brimob Semarang dipicu amunisi pascaperang dunia kedua.

“Seluruh gudang barang bukti terkait bom dari masyarakat akan di update oleh seluruh jajaran Korbrimob Polri agar lebih berhati-hati penyimpanannya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan Polri akan menggandeng pemerintah untuk mencari lahan yang kosong yang jauh dari warga untuk penyimpangan barang bukti bahan peledak.

Cara lain, polisi akan melakukan disposal barang bukti tersebut namun lokasinya yang jauh dari pemukiman warga.

“Mencoba berkerjasama dengan pemerintah daerah untuk lahan yang aman jauh dari pemukiman atau disposal secara bertahap agar tidak tertumpuk,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut, seperti disitat tribratanews.

Selain itu, Karo Penmas Polri menuturkan bahwa ada sejumlah jenis amunisi di gudang tersebut. Antara lain ada 6 mortir besar yang ukurannya sekitar 120 cm dengan diameter 60 cm. Ada 3 mortir sedang ukuran panjang 75 cm diameter 80 cm, kemudian 8 buah mortir kecil ukuran 30 cm diameter 35 cm, dan 1 buah bom ranjau ukuran panjang 55 cm dan diameter 80 cm. (**)