Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Aktifitas Bandara SSK II Pekanbaru Belum Terganggu

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Aktifitas Bandara SSK II Pekanbaru Belum Terganggu

Era Jateng
Kamis, 19 September 2019
Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Aktifitas Bandara SSK II Pekanbaru Belum Terganggu

ERAJATENG.COM ■ Aktifitas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Kamis (19/09/19) terlihat berjalan normal.

Meski kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru hingga beberapa pekan yang lalu, kendati demikian aktifitas kedatangan dan keberangkatan seperti biasanya.

Dari pantauan, hingga pukul 14.00 WIB, udara di Pekanbaru akibat kabut asap yang berwarna kuning kecokelatan sehingga para pengguna jasa transportasi udara terpaksa mengenakan masker, karena kabut asap tipis dapat dilihat di beberapa ruang tunggu bandara.

Penuturan dari beberapa petugas bandara yang mengatakan bahwa kabut kembali turun setelah udara 3 hari sebelumnya berangsur membaik.

"Sampai saat ini penumpang yang datang maupun berangkat belum ada pengaruh akibat kabut asap. Kita pun juga bisa melihat penyedia jasa transportasi darat seperti Taksi,  Bus Wah, dan lainnya belum ada keluhan sepi penumpang. Hal ini bisa kita jumpai di pintu keluar Bandara." ujar salah satu Pengemudi Taksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, data dari BMKG Riau yang menyatakan bahwa kualitas udara di Pekanbaru terus mengalami peningkatan yaitu Pm 10 (Kadar Partikulat) yang signifikan sejak Pukul 00.00 WIB hari ini.

Namun sekitar pukul 11.00 WIB tadi, kualitas udara masih berada di Pm 10 yang mencapai angka 336.37 yang menyatakan Udara Tidak Sehat.

Sementara itu, keterangan dari bidang humas Polda Riau yang menyatakan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) saat ini berada di Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Pelalawan.

"Kita bersama stakeholder terkait terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi Karlahut, kendala ketersediaan air di lokasi selalu menjadi perhatian bagi kita, karena lahan gambut yang kering merupakan penyebab karlahut." Ujar Iptu Ade Seno melalui pesan WA nya.

■ Mirza/AS