Begini Tradisi Unik Menanam Padi di Perbatasan

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Begini Tradisi Unik Menanam Padi di Perbatasan

Era Jateng
Selasa, 10 September 2019
Begini Tradisi Unik Menanam Padi di Perbatasan

ERAJATENG.COM ■ Banyak tradisi yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan tidak sedikit pula tradisi tersebut yang tergolong unik. Salah satunya seperti tradisi Nugal di Kalimantan Timur.

Nugal berarti menanam padi, nugal merupakan budaya yang unik karena memiliki makna filosofi kebersamaan dan kekeluargaan. Nugal juga merupakan tradisi turun temurun suku Dayak tersebut, dilakukan setelah beberapa hari lahan telah selesai dibersihkan dengan cara dibakar.

Maka tidak heran jika menjelang musim menanam padi sering terjadi pembakaran hutan atau kebun dengan tujuan membersihkan sampah-sampah pohon yang ditebang.

Abu dari hasil pembakaran tersebut tidak dibuang, melainkan dijadikan sebagai pupuk alami yang dipercaya untuk menyuburkan dan menjaga keseimbangan keasaman tanah.

Pada pelaksanaan Nugal kali ini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 303 Kostrad yang bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Pos Komando Taktis (Kotis) yang berlokasi di Desa Batu Majang, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur bersama sama masyarakat bergotong-royong untuk mengikuti Nugal (menanam padi) tersebut. Senin (9/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia yang dipimpin langsung oleh Serka Agung prayitno.

Komandan Satgas Yonif Raider 303 Kostrad Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos., M.I.Pol., menyampaikan tanggapannya bahwa personel Satgas selain melaksanakan penugasan di wilayah perbatasan RI-Malaysia, melaksanakan tugas pokoknya menjaga wilayah perbatasan demi menjaga keutuhan NKRI, Pos Kotis juga melakasanakan kegiatan teritorial untuk membantu warga yang berada di wilayah perbatasan salah satunya mengikuti kegiatan Nugal tersebut.

“Ini bentuk sinergitas TNI dengan masyarakat, karena dengan kedekatan yang terjalin antara masyarakat dengan kita selama ini, masyarakat sekitar mengajak kita untuk bersama sama menanam padi atau yang biasa di sebut dengan Nugal,” ungkap Dansatgas.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua  dewan adat Dayak Mahakam Ulu Bapak Yustinus Ibo Huluy, Ketua adat besar Dayak Kenyah Mahakam Ulu Bapak Balan Tingai, Ketua adat Desa Batu Majang Bapak Yosep Jambang Usat bersama para tokoh serta sesepuh adat Dayak Di Desa Batu Majang.

Ketua dewan adat Dayak Mahakam Ulu Yustinus Ibo huluy, yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif Raider 303 Kostrad kerena telah membantu masyarakat menanam padi bersama, dengan kegiatan sepeti ini semakin mendekatkan TNI dengan masyarakat.

“saya mengucapkan terima kasih terhadap anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303 Kostrad yang telah hadir dan mengikuti serta bersedia untuk turun langsung dalam pelaksanaan Nugal kali ini,” pungkasnya.

■ R-01/penkostrad